Kabar kehamilan Nisa sudah sampai ke telinga kedua orang tua Rayyan. tentu saja kabar itu mengejutkan Ummi Fatimah. Wanita yang di hinanya mandul, sekarang tengah mengandung calon cucunya. Tidak terkecuali Kiai Rahmat, beliau sangat gembira mendengar kabar tersebut. ingin segera menemui menantu kesayangannya dan memberikan hadiah. “Jangan langsung percaya begitu saja, kamu sudah pastikan Nisa benar-benar hamil?" Celetuk Ummi Fatimah. Rayyan mengangguk cepat, jelas dia sudah memastikan dan bertanya langsung pada Dokter kandungan yang menangani Nisa. “Aku sudah memastikannya Ummi, Allhamdulillah akhirnya aku akan menjadi seorang Ayah." Jawabnya penuh dengan kebahagiaan. Ummi Fatimah memalingkan wajahnya, hamil atau tidak, tetap saja kebenciannya pada Nisa tidak berkurang malah se

