Kiai Rahmat kembali ke rumahnya dengan wajah penuh penyesalan. Tuan George memang tidak mengambil apapun yang pernah di berikan dulu. Tetapi pria yang memiliki kekuasaan itu mengambil kembali Annisa tanpa memberikan kesempatan kedua pada Rayyan. Tidak ada yang bisa Kiai Rahmat lakukan selain pasrah dan menerima keputusan dari besannya itu. Semua memang kesalahan dari Rayyan. “Abi, Rayyan tidak akan pernah menceraikan Nisa." Baru saja Kiai Rahmat menyandarkan tubuhnya di sofa, Rayyan kembali membahas masalah Nisa. Helaan nafas berat Kiai Rahmat hembuskan. Menatap putranya. “Terserah kamu mau menceraikan Nisa atau tidak, tetapi harus kamu ingat Tuan George bukan lawanmu." Jawabnya. “Aku akan menghadapinya dan aku akan memperjuangkan cintaku." Ucap Rayyan. Warda menggelengkan kepal

