Accident 102

1974 Kata

Setelah drama semalam, suara gerimis dari atap toko yang aku singgahi untuk berteduh seperti mengiringi alunan lagu penyanyi idolaku yang kuputar. Sudah lebih dari dua puluh menit kurasa, tak juga reda. Aku harus segera sampai rumah sebelum petang, keluargaku telah menunggu untuk makan malam bersama, tak pantas membuat perut mereka keroncongan.“Aduh mengapa dingin sekali, harusnya aku tadi tidak meninggalkannya tergantung di balik pintu”Seseorang tak menyadari langkahnya menyipratkan air dari genangan di depanku. Dia berlari seolah tak melakukan kesalahan apapun. Sialnya hari ini aku berangkat mengenakan kemeja putih, dan terlihat jelas noda kecokelatan di bajuku. Awas saja jika lain kali aku bertemu dengan orang itu, akan kubalas.Perhatianku teralihkan dengan sebuah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN