Rakak wisnunya merasa kecewa lagi ia pun segera meminumnya sampai habis. Lagipula memang ia merasa perutnya keroncongan, karena belum ada isinya sama sekali sedari sore tadi. Dengan tersenyum dan mengusap rambut si gadis munggil, Rakak Wisnu mengambil kembali gelas yang kosong tersebut. "Terima kasih, Rakak. Atas minuman untuk Fadillah," ujar Fadilah. Dengan tersenyum dan mengangguk saja, sudah menjadi pertanda Wisnu menerima ucapan terima kasih Fadilah. "Hayo, mau ikut sama rakak atau mau di sini saja?" "Ikut Rakak!" Sambil setengah loncat karena takut ditinggalkan Rakaknya. Tersenyum lirih dan menjawab, "Ya, hati-hati. Jangan lari, rakak nggak akan meninggalkan si ade manis ini kok!" Fadilllah hanya tersipu malu. Mereka pun berjalan ke arah lorong akses jalan yang biasa dilewati