"Aku tidak mau kamu bermain-main dengan ucapanmu itu, Ethan!" Arya berbicara tanpa sedikitpun memalingkan pandangannya dari kedua mata Ethan. "Aku janji, Ar." Setelah berkata demikian, Ethan memunguti beberapa lembaran foto yang tadi berserakan di atas ranjang. Lalu hendak menyimpannya di dalam laci nakas. "Mau kamu apa kan semua itu? Serahkan kembali padaku. Karena aku akan menjadikannya bukti untuk melaporkan kejahatan Maya sekarang juga," pinta Arya saat melihat Ethan yang hendak memasukkan bukti-bukti kejahatan Maya itu ke dalam laci. Karena memang sudah diminta, maka Ethan pun memberikan kembali amplop coklat itu kepada Arya. "Oliv, bangun, Nak. Mau sampai kapan kamu terus tertidur?" Kini Arya mendekat dan mengusap lembut kening putrinya. Beberapa saat ia menungguinya di tempat it

