Bab 15. Dilema

1021 Kata
Mobil Maya segera bergerak mengikuti laju mobil Ethan. Karena memang banyak pekerjaan yang belum Ethan selesaikan, Ethan bergegas menuju ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Maya pun ikut masuk ke dalam kantor Ethan. Kantor yang dalam beberapa waktu ini tak lagi ia datangi. "Sayang ...," panggil Maya yang masuk begitu saja ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. "Maya?" ucap Ethan kaget. "Kenapa, Sayang? Kayak lihat hantu aja! Bukannya memang aku sering datang kemari, kenapa kamu kaget?" tanya Maya yang langsung mengecup pipi kanan Ethan. "Tapi aku sedang sibuk sekali, May," jawab Ethan yang memang tidak berbohong. "Hanya sebentar saja, Sayang. Aku hanya mau memastikan kalau nanti malam kamu jadi datang 'kan?" tanya Maya dengan suara yang sedikit memanja. "Akan aku usahakan ya, May," jawab Ethan. “Sayang, aku hanya ingin meminta sedikit waktuku yang kamu buang,” kata Maya sambil mengelus d**a Ethan manja. Ethan pun kini menatap penuh kasih sayang kepada Maya. “Iya.” “Oh, ya. Bagaimana di rumah? Apakah kamu betah tinggal bersama perempuan tengil itu?” tanya Maya. Perempuan itu berjalan menjauh dari jangkauan Ethan. Setelah memberikan sebuah sentuhan lembut, sekarang Maya seolah memberi jarak kepada pria yang sangat ia cintai itu. Ethan yang menyadari jika Maya memberi jarak pun ikut beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri. Saat ini memang keduanya tengah berada di kantor dengan ruangan yang tertutup. Bahkan seperti biasanya, saat Maya sudah datang ke sana, sekretaris Ethan pun tak akan berani untuk masuk. “Apa yang kamu katakan, May? Apakah pertanyaan kamu itu tidak salah? Tentu saja aku lebih nyaman saat bersama kamu,” jawab Ethan sambil membelai wajah cantik Maya. Sebenarnya Ethan ragu dengan apa yang ia katakan barusan. Ya! bohong jika ia tidak nyaman saat bersama Olivia. Entah setan apa yang merasuki tubuhnya, kini ia menjadi mulai terbiasa dengan adanya Olivia di sampingnya. Sebenarnya Ethan sudah berusaha menyingkirkan Olivia dari pikirannya sendiri, tetapi entah kenapa, hatinya seolah bergerak sendiri saat tengah bersama Olivia. “Apakah kamu yakin dengan apa yang kamu katakan, Ethan?” tanya Maya mencoba memastikan. “Tentu saja!” “Lalu kapan kamu akan menceraikan gadis itu? Kamu masih mencintai aku kan, Sayang?” tanya Maya lagi. Perkataan yang keluar dari mulut Maya membuat Ethan terdiam. Bagaimana tidak? apakah ia tidak salah dengar? Cerai? Apa yang akan ia katakan juga kepada Arya? Ia sudah berjanji akan bertanggung jawab kepada Olivia. Dia juga berjanji kepada Arya untuk memanjakan dan memberikan segalanya pada anaknya itu. Jika harus bercerai, entahlah! Ethan tidak bisa memikirkan nasibnya setelah ini. “Sayang, kenapa kamu diam saja? Kamu akan menceraikan dia untuk aku, ‘kan?” tanya Maya lagi mencoba memastikan jawaban yang akan diberikan oleh Ethan. “Maya ..., Sayang, kamu tahu aku dan Arya berteman sudah begitu lama? Sangat tidak mungkin kalau aku harus menceraikan dia. Seandainya pun bisa, itu juga tak akan mudah,” jelas Ethan. Maya yang mendengar hal itu langsung mendengkus kesal. Apakah ia harus menjadi selingkuhan Ethan seperti ini? “Apakah aku harus menjadi selingkuhan kamu seperti ini, Ethan?” tanya Maya dengan kesal. Ethan menggapai tangan Maya dan mengusapnya lembut. Ethan tidak terima jika Maya berkata bahwa ia selingkuhannya. Maya tetaplah kekasihnya! “Sayang, kamu tetap kekasihku, jangan pernah kamu berpikir seperti itu!” ujar Ethan kemudian. “Kekasih dari seorang pria yang sudah beristri maksud kamu? Tentu saja dan sudah jelas itu namanya selingkuhan!” kata Maya dengan nada yang terdengar sedikit meninggi. “Tapi aku tidak menganggap kamu sebagai selingkuhanku, May. Sampai sekarang pun kamu tetap kekasihku!” ucap Ethan. “Iya, kamu benar! Aku kekasihmu sebelum perempuan jal*ng itu datang menggoda dan menjebak kamu, ‘kan? Tidak kusangka, ternyata perempuan itu memiliki pikiran yang sangat picik,” cerca Maya. “Tapi ka-“ “Sudahlah! Aku tidak mau membahas itu lagi, aku harap kamu bisa menemaniku nanti malam. Aku juga membutuhkan waktu kamu, Ethan!” Ethan mengangguk dengan mantap, setelah hitungan detik, pria itu mendaratkan kecupan singkat di bibir kekasihnya. Kecupan singkat yang membuat Maya kini kembali memancarkan senyum manisnya. Tak terasa hari kini mulai malam. Olivia dengan segala usahanya tengah membuat makan malam yang layak disantap untuknya dan sang suami. Setelah bersusah payah membuat makanan ala kadarnya, kini Olivia menyiapkan semuanya di meja. Olivia bangga menatap masakan yang sudah tersaji di meja, walau sederhana ia senang karena ini hasil usahanya sendiri, ya ... meskipun dia harus melihat tutorial yout*be untuk itu. Yang membuatnya senang lagi adalah Ethan! Pria itu sedikit demi sedikit mulai luluh, tidak sekaku sebelumnya. Ia juga sudah mau mencoba masakan yang Olivia buat. Tentu itu menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Olivia. Tak berselang lama, Ethan mulai memasuki rumah dengan wajah lelahnya, tak lupa masih lengkap juga dengan baju kantornya. Olivia langsung menyambut kedatangan suaminya itu dengan senyum lebar. “Mas, mau mandi dulu atau makan?” tanya Olivia ramah. “Mandi,” jawab Ethan singkat. Pria itu langsung saja meletakkan bingkisan yang baru ia bawa di atas meja. “Ini apa, Mas?” tanya Olivia bingung. “Tadi waktu pulang aku sempat beli kue, makan aja,” jawab Ethan. Sederhana memang, namun hal itu bisa membuat Olivia melayang! “Oh, iya. Persediaan kulkas sudah mau habis, Mas. Aku juga mau mencari buku. Nanti Mas bisa temani aku, 'kan?” tanya Olivia. Ethan terdiam sejenak, menemani Olivia? Ah! Sebenarnya tidak ada masalah, Ethan tentu mau-mau saja. tetapi yang menjadi masalah adalah Maya! Ia sudah berjanji akan datang untuk menemani perempuan itu setelah ini. “Bagaimana? Bisa, ‘kan?” Olivia mengulang pertanyaannya. Entah dorongan dari mana, pria itu menganggukkan kepalanya. “Yes!” pekik Olivia girang. “Ya sudah, kamu siap-siap dulu,” ujar Ethan sembari melangkah menuju ke dalam kamarnya. Sesuai dengan janjinya dengan Olivia, kini Ethan sudah berada di pusat perbelanjaan. Pria itu menemani Olivia untuk menari kebutuhannya. Tanpa Ethan sadari, Maya juga tengah berada di tempat yang sama. Maya yang memang selalu mengintai apa yang Ethan lakukan, merasa sangat kesal mengetahui akan hal itu. Pasalnya Ethan tadi berbohong kepada dirinya. Dia mengirimkan pesan chat bahwa ia tengah tidak enak badan, lantas kenapa sekarang sudah berada di pusat perbelanjaan bersama Olivia?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN