Bab 28. Licik

1201 Kata

Cahaya matahari masuk melalui celah-celah kaca jendela yang ada di kamar Maya. Ethan baru saja bangun dan membuka kedua matanya. Ia tersenyum saat melihat Maya yang kini berada di dalam pelukannya. Dengan seksama, Ethan mengamati wajah cantik Maya yang masih tertidur pulas. Malam tadi Ethan memang tidak pulang ke rumahnya. Ia justru tidur dengan Maya di apartemen. Terbuai dengan segala goda yang diberikan Maya padanya, hingga melupakan istrinya yang mungkin tengah kebingungan menunggu kepulangannya. Merasa bersalah? Tentu saja Ethan merasakan hal itu. Tetapi tidak dapat dipungkiri jika sebenarnya dirinya juga merasa rindu dengan Maya. Rindu dengan permainan liarnya di atas ranjang. Bagaimana pun juga, Maya adalah cinta yang telah lama mengisi di dalam hatinya. Pastinya kehadiran Olivia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN