Olivia pergi dengan hati yang semakin hancur. Bukan hanya karena merasa kesepian karena dirinya tak lagi mendapatkan perhatian dari Ethan, tapi dirinya benar-benar merasa terhina oleh ucapan Maya barusan. Bukan tanpa alasan, tapi Olivia benar-benar merasa jika saat ini sudah tak ada lagi tempat yang aman bagi dirinya. Bagaimana Olivia bisa merasa aman jika di setiap tempat akan ia temui Maya bersama dengan bayang-bayang penghianatan suaminya. Olivia menghela napas kasar seraya mengusap air mata yang luruh di kedua pipinya. Harus apa dia sekarang, dan harus pergi kemana? Pikirannya benar-benar kacau. Olivia pun segera bergegas menuju ke cafe di mana dia sudah menghubungi Cyril dan juga Metta untuk menemani kegundahan hatinya. Olivia menunggu kedatangan kedua sahabatnya itu dengan air mat

