“Sudah ada kabar tentang keberadaan Indira?” tanya Marcel dengan suara gusar. Jonas, tangan kanannya menundukkan kepalanya dengan gelisah. Sudah tiga hari berlalu, namun ia belum juga berhasil mengetahui keberadaan artis papan atas itu. Istri pemilik Handara Farmasi itu seolah lenyap di telan bumi. “Maaf, Pak Marcel. Aku sudah meminta kenalanku di kepolisian untuk memeriksa setiap CCTV jalan. Bukan hanya itu, aku juga sudah mencari tahu di setiap hotel bintang empat dan lima di negara ini, tapi nama ibu Indira.sama sekali tidak tercantum. Dan …” Jonas meremas ujung kemejanya, “aku juga sudah memeriksa setiap tiket penerbangan dalam dan luar negeri. Tapi juga tidak ada nama istri Anda di sana.” Brak! Tangan besar Marcel memukul keras permukaan meja kerjanya. Rahangnya mengeras, hingg

