Sepasang mata itu masih menatapnya seolah memohon. “Aku mau, tapi —” Lagi … Lucas membungkam bibirnya dengan kecupan. Ia seperti tak mau mendengar alasan apapun. “Aku akan menikah!” teriak Lucas dengan bahagia. Ia melangkah berputar. Sierra memejamkan matanya. Tangannya memeluk erat leher Lucas dan ikut berteriak. “Lucas … hentikan … nanti kita jatuh. Lucas ….” Lucas berhenti berputar. Napasnya terengah. Jantungnya berdebar kencang. Namun tawa bahagia masih keluar dari bibirnya. Ia menurunkan Sierra, membiarkan kedua kaki perempuan itu kembali menjejak lantai. “Nggak usah kuatir soal surat-surat kamu. Team pengacaraku sudah membereskan semuanya. Bahkan surat cerai itu.” Sierra terbelalak. Bagaimana mungkin surat-surat seperti itu, bahkan tidak perlu kehadirannya? “Kamu

