“Ini ruang makan!” hardik Regina. Ia segera memutar tubuhnya karena tak ingin melihat pemandangan yang tak seharusnya dilihatnya. “Mama ngapain kemari?” tanya Lucas cepat sembari memakai kembali celananya. “Sejak kapan mama nggak boleh ke rumah anaknya sendiri?” balas Regina sebelum melenggang ke ruang tamu rumah itu. Lucas mengangkat tubuh Indira dan menggendongnya masuk ke dalam kamar. “Kamu … temani mama kamu di luar. Aku nggak mau merusak suasana. Karena … mama kamu kan belum bisa nerima aku.” Lucas menurunkan Indira tepat di dalam kamar mandi. Ia menyalakan kran shower, membiarkan air hangat mengucur membasahi tubuh mereka berdua. Lucas mengusap tubuh Indira dengan lembut. “Kita hadapi berdua. Dia harus terima kamu. Mau tidak mau, kamu adalah pilihanku satu satunya,” bisik Luca
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


