Bab 7

1109 Kata

Perempuan itu menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah sofa berbentuk setengah lingkaran. Tangannya yang bergelayut di lengan Marcel, jelas menarik lelaki itu untuk mengikutinya untuk duduk di tempat semi tertutup itu. Indira segera bersembunyi di balik tembok pemisah, saat tubuh mereka berputar sejenak. Ia masih ingin tahu sejauh apa hubungan Marcel dengan perempuan itu. Tangannya terangkat, menggenggam erat ponsel untuk mengabadikan momen yang tak pernah ia duga itu. “Kamu cinta aku, kan Cell?” Marcell menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. “Lalu … kenapa kamu nggak ceraikan saja dia? Aku … dan bayi kita juga butuh sebuah kejelasan. Aku nggak mau status kita tetap abu-abu gini.” Indira menatap tangan dengan jari berkuteks maroon yang merayap di tubuh suaminya. Tangan berja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN