Daniar melihat ke arah perempuan yang ada di depannya ini dengan jengkel. Bagaimana tidak, sejak tadi perempuan itu selalu mengganggunya, padahal dia tak berniat mengganggu yang lain. Dia harus segera menyelesaikan urusan gaun gaun itu agar urusan yang lainnya bisa segera selesai. Perempuan di depan Daniar ini melihat ke arah Daniar dengan tatapan jijik dan juga meremehkan. "Aku mau semua yang kamu mau, dan juga aku mau laki laki yang bersama mu tadi jadi milikku!" ucapnya percaya diri. Sebelah alis Daniar terangkat dengan pandangan dan pemikiran yang aneh tentang perempuan di depannya. Tapi kemudian seringaian terbit di wajah cantik Daniar. "Wah, aura pelakor nya kentara sekali Tante. Apa emang kamu udah nggak laku ya Tante, sampai calon suami orang juga mau di minta? Kalau untuk se

