Bab 98

1596 Kata

Ane merengek meminta ampun pada Kavaya, tapi Kavaya tak peduli karena dia benar benar kesal dengan kebodohan Ane yang katanya seorang dokter. "Aku tak perduli dengan kalian. Jika aku mengampuni kalian, aku akan di remehkan orang lain. Semua kesalahan kalian jadi tanggung jawab dengan apa yang sudah kalian perbuat!" Ane terus menggelengkan kepalanya. Dia lalu melihat Yesi, menarik lengan Yesi keras. "Ini semua karena kamu, jika bukan karena hasutan kamu, aku nggak mungkin sampai seperti ini!!" teriak Ane keras. Kavaya tersenyum samar melihat itu, pancingannya berhasil. Dia bis menyaksikan drama di depannya mungkin bisa sampai saling menghabisi. Tak hanya memaki Yesi, tapi Ane sudah menarik rambut Yesi keras yang membuat Yesi menjerit kesakitan. Yesi kalah tenaga karena Ane lebih muda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN