Jero melihat Hilda dan Tesa yang terus berteriak saat mereka di seret masuk kesana. Jero pun mulai mengingat kenapa selama ini wajah putrinya yang satu itu tak pernah mirip dengannya. Hilda pun sering menjelaskan jika umur Tesa juga selalu lebih muda karena dia terlahir prematur. "Apa kamu baru sadar paman jika istrimu yang kedua tak sebaik yang kamu kira? Dia juga piala bergilir untuk para anak buah tua bangka itu. Dan tentu saja, paman bisa menebak sendiri siapa sebenarnya Tesa. Ehm, bisa di bilang mungkin Hilda sendiri tak tahu siapa papa kandung Tesa!" Duar...... Tubuh Jero ambruk ke tanah, semua yang di katakan Athena benar benar membuat dunianya hancur. Selama ini dia selalu menyayangi Tesa seperti Soraya. Tapi ternyata Hilda malah mengkhianatinya. "Itu nggak mungkin!" Jero

