Bab 88

1504 Kata

Teriakan Kavaya tak di gubris oleh Dante. Kavaya melesat menyusul Dante. Mateo bukan tandingan Dante. Itu yang Kavaya khawatirkan. Saat Dante ingin menyerang Mateo, tubuh Dante sudah terpental jauh ke belakang. Bugh..... Bugh .... Belum sempat Kavaya selesai dengan rasa terkejutnya melihat tubuh Dante terpental saat ini dia di kagetkan dengan dua pukulan lalu teriakan keras dari Mateo. "Terus waspada Sweety." Kavaya menghela napas lega saat King ikut masuk ke dalam. "Urus anak anak Sweety, biar aku yang ada disini." "Kamu yakin Bee?" King mengangguk karena tatapan matanya terus tertuju pada Mateo yang sudah berani melukai putri kesayangannya dan juga keponakannya. Mateo tak mengira jika King akan langsung menghajarnya secepat itu. Darah segar keluar dari mulutnya karena pukulan da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN