King terus menyerang Kavaya dari segala posisi, dia tak membiarkan Kavaya menganggur sedetik saja. Semua yang ada pada Kavaya di jelajahinya sampai dia puas. Terakhir karena dia sendiri sudah turn on, dia melepas sisa kain yang masih melekat padanya. Kavaya meneguk ludahnya kasar meskipun pernah merasakannya. "Sweety apa kamu udah siap?" tanya King dengan suara seraknya. Kavaya mengangguk ragu tapi King yang sudah di selimuti kabut gairah pun tetap melakukan apapun pada Kavaya. Kavaya sempat memekik kembali Karena ternyata rasanya kembali sakit seperti saat pertama kali mereka melakukannya dulu. King menghentikan apa yang dia lakukan karena melihat Kavaya kesakitan. Dia mulai panik tapi kepalang tanggung juniornya pun sudah masuk separo. "Sweety, apa ini menyakitimu? Aku akan berhe

