Kavaya masih terdiam menatap King dengan mata sayunya. Sementara King masih menunggu persetujuan dari Kavaya. "Sweety...." King kembali memanggil nama Kavaya dan membuat Kavaya meneguk ludahnya kasar. Saat ini berbeda dengan yang kemarin. Jika kemarin dia dalam posisi yang tak sadar dan dalam pengaruh obat sialan itu, hari ini jelas dia sangat sadar dengan apa yang akan mereka lakukan. "King... apa yang kedua ini akan sakit?" cicit Kavaya lirih. King memerhatikan wajah Kavaya yang sedikit memerah karena bertanya hal seperti tadi. Dia mengusap lembut pipi gadisnya itu dan menciumnya sekilas. "Bukankah kali ini kita melakukannya dalam keadaan sadar? Jadi jika nanti itu menyakitimu, kamu bisa berteriak atau mencakar ku. Bagaimana?" Kavaya mengangguk ragu karena dia pun juga tak punya

