Bab 51

1419 Kata

Ternyata Kavaya benar benar menyerang Moa dengan brutal. Dia tak menyangka jika Kavaya sengaja bermain dengannya tadi hanya untuk membuatnya kelelahan. "Nggak pantes banget Tante ini di sebut seorang ibu. Pantas jika sampai saat ini Tante hanya bingung mencari validasi agar di cintai oleh papi Axel karena Tante sendiri doyan bermain di luar sana." Kavaya terus menyerang fisik dan juga mental Moa agar Moa semakin kalut dan itu memudahkan Kavaya untuk membuat Moa berhenti menyerangnya. Moa semakin mengamuk saat ini tanpa dia sadari dengan dia yang selalu mengamuk ini malah membuat celah untuk Kavaya segera melumpuhkannya. Dengan cepat Kavaya kembali menyerang dan mengayunkan pedangnya dengan cepat. Dan .... Ting .... Pedang yang di bawa Moa terlepas dan terlempar jauh dari tempat me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN