Terima kasih pada tuan muda Mo Qing Shan yang telah membuat tuan muda kedua, Mo Nian Zhen, nyaris pingsan karena harus mengikuti kemauannya berlatih pedang di pagi hari bahkan ketika si tuan muda kedua belum sempat untuk sarapan. “Ge, aku mohon berhenti dulu. Kau sama saja membunuhku kalau seperti ini!” Mo Nian Zhen sudah enggan untuk melawan kakak sepupunya. Dia bahkan dengan ekspresi cemberutnya duduk di atas salju yang dingin. Mo Qing Shan, “jika bukan kau siapa lagi yang bisa aku jadikan sebagai lawan? Xu Jia tidak bisa melakukannya karena lengan kirinya cidera. Kau kan tahu dia adalah seorang kidal?” Mo Nian Zhen mendengus lalu kemudian berteriak dengan suara nyaring, “lalu bagaimana denganku?! Apakah kau baru akan berhenti saat lengan kananku cidera? Hmmph! Tidak semua orang sama

