Dua tangan Saujana saling memilin ujung baju terusan hingga atas lutut, sementara kakinya berbalut celana legging berwarna hitam yang nyaman untuk ibu hamil, luaran di rangkap kardigan rajut agar selama perjalanan tidak kedinginan. Rasanya seperti dejavu, dulu dia pernah melewati jalan yang sama ketika mengantar Rei dalam keadaan hamil. Kini dia ada di posisi Rei, bedanya hanya berdua dengan Naura yang menyetir hati-hati. Jalanan sempat padat, mereka baru sampai Bandung ketika langit sudah gelap. Sempat berhenti dulu di rest area untuk buang air kecil yang jadi lebih sering dialami Saujana, sambil beli drive thru makanan siap saji. “Kita nggak ke rumah sakit?” tanya Saujana ketika mereka memasuki wilayah perumahan mewah. Naura menoleh, “perawatan Eyang memang dilakukan di rumah.”