65. Enampuluhlima

2627 Kata

Hanum menatap ke sekeliling. Di sebelahnya, berjarak beberapa meter, ada seorang wanita yang sepertinya sedang membesuk suaminya. Dan suami menikmati sekotak makanan yang dibawakan oleh istrinya itu. “Cckk, di penjara aja sok romantis.” Gumamnya pelan, melirik tak suka pada dua orang di ujung sana. Ah, lebih tepatnya sih iri. Behaha …. Tak begitu lama, pintu yang terbuat dari besi terbuka. Seorang polwan mempersilakan Edo untuk keluar. “Hanya sepuluh menit ya,” peringatan dari polwan itu, tapi tak mendapatkan respon apa-apa. Edo terlihat begitu antusias saat bertatapan dengan Hanum; kakaknya. Cepat ia duduk di kursi depan Hanum, berhalang meja. “Udah hampir sebulan dan kakak baru datang?” menggeleng, kecewa lebih tepatnya. Hanum mengela nafas panjang. “Kamu pikir aku nggak punya ker

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN