Agas berdiri di depan cermin, menyisir rambutnya yang masih sedikit basah. Cckk, emang masih basah sih, bahkan masih ada tetes-tetes air dari rambutnya yang berjambul itu. Menyemprotkan sedikit parfum sebelum akhirnya menutup tubuh dengan baju warna putih yang biasanya. Menyambar tas yang tergeletak lama di atas meja. Tas yang bahkan isinya tak pernah berubah. Hanya satu buku tulis dan satu pensil saja, selebihnya beneran nggak ada. Tak lupa ia memasukkan ponsel ke dalam tas. Detik kemudian ia melangkah keluar setelah tas itu melingkar di dadaa. Memakai sepatu kets lalu menuruni anak tangga. Satu tangan sibuk mengacak rambut untuk menjadi seperti apa yang ia mau. Langkah terhenti ketika melihat Milly ada di meja makan, menyiapkan sarapan untuknya. Untuk sesaat, tatapan mereka bertemu, tak

