53. Limapuluhtiga

1881 Kata

Agas memeluk erat mamanya, bisa ia rasakan tubuh Lia yang bergetar. Memang, pasti terasa sangat lega bisa menceritakan semuanya, tetapi itu membutuhkan keberanian yang menggunung. Wajar. Ya, sangat wajar dan Agas bisa mengerti jika mamanya memilih menyibukkan diri. Apa yang di alami tidaklah mudah. Bahkan harus melihat om Joni meninggal, sebagai contoh jika ia nekat membuka mulut. Ah, mama, kamu sangat kuat. Karna jika tak kuat, pasti Lia sudah gila. Hana mengusap kedua mata beberapa kali. Cerita Lia benar-benar membuatnya menangis. Dia juga ingat, saat itu memang Joni menceritakan kebusukan Irlayla dan Edo. Rencana mereka untuk merebut seluruh harta kakaknya. Joni memang sudah mengumpulkan bukti dan berniat akan mengurus semuanya di jalur hukum. Sayang, beberapa hari setelah membuat janj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN