Dua hari kemudian, dalam ruang kerja Damien yang elegan di Hotel Diamond Rose Italia, suasana tenang terasa sebelum Damien mengangkat telepon genggamnya. Cahaya matahari yang menyinari ruangan itu menyoroti meja kerja Damien yang rapi, di mana stapler, pena, dan berkas-berkas terletak dengan tertata rapi. Damien baru saja selesai dari pertemuan penting dengan salah satu CEO perusahaan yang sedang menjalin kerjasama dengan hotel miliknya di Italia. Damien tersenyum saat melihat nama ibunya, Carol, muncul di layar telepon. "Halo, ibu," sapanya hangat begitu menjawab panggilan. "Halo, sayang! Bagaimana kabarmu di Italia?" tanya Carol dengan suara ceria dari ujung telepon. Damien mengambil nafas dalam-dalam, merasa senang bisa mendengar suara ibunya. "Kabarku baik, ibu. Semuanya berjalan de