Hari kembali pagi, Lingga dan Dewi sedang sibuk membuat sarapan bersama setelah keduanya keluar untuk membeli bahan masakan, karena keduanya masih belajar dalam hal masak memasak jadi mereka benar-benar hati-hati dalam menakar bumbu. “Lingga” “Apa?” “Nyanyi dong” ucap Dewi. “Gak bisa” jawab Lingga. “Bohong! Saat di kemah kamu nyanyi tuh!” sahut Dewi. Lingga nyengir, “Aku beneran gak bisa nyanyi, waktu itu kamu lihat sendiri kan kalau aku nyanyi tuh cuman di kalimat pertamanya aja.” ucap Lingga. “Kamu kira aku percaya? Kamu nyanyi sampai tuntas gitu kok masih bilang gak bisa nyanyi.” cibir Dewi, terkesan memaksa agar Lingga mau bernyanyi. Lingga mencebikkan bibir lalu ia pun melantunkan sebuah nada lagu yang ia tau. “Kamu adalah bukti dari cantiknya paras dan hati, kau jadi harmoni

