Sinar mentari pagi menghangatkan wajah Lisa yang masih terlelap. Entah sudah berapa jam dia tertidur, karena sebenarnya Lisa tidak ingat kapan dia tertidur. Selebihnya lagi, Lisa ingat bahwa saat itu, dia masih ada di ruang keluarga dan mengobrol dengan Satrya. Menceritakan tentang masa lalu yang dia ingat. Meskipun sangat sedikit. Selebihnya, Lisa memberitahukan semua informasi yang dia peroleh dari segala jenis informan. Termasuk salah satu teman Papa saat mereka membangun usaha di daerah ini puluhan tahun yang lalu . "Kamu sudah bangun? Lisa melirik ke arah pintu, dia melihat bahwa Satrya sudah berdiri di sana dengan rapih. Baju koko putihnya membuat wajah lelaki itu semakin adem. Selain itu, ada sekantong kresek berisi sayuran terlihat di tangan kanan lelaki itu. Lisa selalu berpiki

