Hari masih sangat pagi ketika Lisa merasakan mobil yang dikendarai Agatha berhenti. Beberapa jam lalu, Lisa melihat ke luar jendela bahwa jalur yang mereka lewati sudah mulai berliku-liku. Untungnya, Abiyan—pemimpin kelompok ini—mengendarai mobil dengan mengikuti mobil yang dikendarai Agatha. Jadi, mereka bisa tiba bersamaan di lokasi yang mereka tuju. "Bangun ... bangun. Udah sampai," teriak Agatha dengan semangat. Dia meregangkan tangannya dengan sangat lebar sampai siku tangannya mengenai leher Lisa yang duduk di kursi penumpang samping kemudi. "Gak usah mulai lebay," kekeh Lisa. Lisa menatap sekeliling sebelum memastikan bahwa mereka memang sudah sampai. Dia melihat Abiyan sedang menyalami seorang lelaki yang umurnya mirip dengan Papa Lisa. Wajah lelaki paruh baya itu sangat teduh.

