66. DAERAH KENANGAN

1116 Kata

Satrya tidak menyangka bahwa dia akan melihat senyum cerah milik Lisa di sepanjang jalan. Hal ini sebenarnya malah membuat Sarrya merasa takut. Di dalam pikiran Satrya, Lisa harusnya menangis sejadi-jadinya. Mengeluarkan segala macam emosi yang susah dia simpan beberapa tahun ini. Namun, Lisa malah tersenyum sangat cerah. "Mau makan di mana?" "Ayo minun dawet." Satrya mengangguk setuju. Dia mengikuti arahan yang diberikan oleh Lisa. Ada sebuah gubuk dari bambu yang terlihat sedikit tua di pinggir sungai. Setelah melewati jembatan yang agak panjang, Satrya bisa melihat ke seberang jalan. Di sana sudah ada beberapa mobil yang terparkir dengan rapih. "Dulu aku sering minum dawet di sini sebelum pindah ke rumah Papa. Gak nyangka aja masih ada dawetnya," ucap Lisa bersemangat. Satrya hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN