RAFFA melepas kausnya dan langsung tengkurap di ranjang. Riri sendiri sedang bersiap-siap, dia menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan secara berulang-ulang. "Kenapa, sih, Ri? Mau mijit doang, bukan mau malam pertama juga, kenapa lo setegang itu?" komentar Raffa saat melihat Riri terus mengulang aktivitasnya sembari memegangi dadanya. Riri mendengkus. "Lo, sih, siapa suruh pakai lepas baju kayak gitu?" "Biar lo enak mijitnya dan lo bisa raba-raba punggung gue juga kalau mau." Raffa tersenyum miring. Riri menepuk punggung laki-laki itu cukup keras. Jika saja dia tidak punya keinginan, mana mau dia memijat laki-laki yang sedang tak berbusana itu? "Lagian, lo sakit apa, sih, sampai minta pijit segala?" tanya Riri kepo. Pasalnya Raffa tidak terlihat pucat ataupun lemas. Dia ma

