“Cincin pertunangan,” jawab Delwyn yang membuat Olivia beralih menatapnya. “Bukankah kau bilang cincin termasuk benda sakral dalam pertunangan?” Selama beberapa saat, Olivia hanya terdiam tanpa menjawab Delwyn. Ia pun sama sekali tak menyentuh kotak cincin tersebut. Olivia hanya menatap Delwyn tepat di manik pria itu. “Ambillah kembali,” pinta Olivia. “Hm? Apa?” tanya Delwyn. “Cincin itu. Ambillah kembali,” ucap Olivia. “Wah! Reaksimu benar-benar sangat jauh dari bayanganku,” ujar Delwyn. “Kenapa? Kenapa aku harus mengambilnya kembali?” tanyanya. “Pertunangan kita hanya kebohongan. Kau tidak perlu berlebihan sampai membelikan cincin untukku hanya untuk kebohongan ini. Lagi pula, aku bisa menggunakan cincin Nenek,” jelas Olivia. “Kau ingin membuat Nenek-mu ikut berbohong? Cincin itu

