Chapter 22

1550 Kata

“Apa kau juga menyukai monyet?” bisik Delwyn. Kening Olivia lantas mengerut tak mengerti maksud pertanyaan pria itu. Delwyn yang menyadarinya pun mengulas senyum. “Kau tersenyum saat melihat monyet. Jadi, kupikir kau juga menyukai monyet,” ujar Delwyn yang membuat Olivia mendengus. “Tidak lucu,” ketus Olivia seraya mengalihkan pandangannya dari Delwyn yang mengundang kekehan pria itu. “Kalau bukan itu, lalu kenapa kau tersenyum? Apa karena aku?” tebak Delwyn. “Sepertinya jadwal konselingmu harus ditambah. Semakin hari kau semakin gila,” ujar Olivia. “Apa itu alasan baru agar kau bisa sering bertemu denganku?” goda Delwyn. “Kau tidak ingin sembuh? Penyakitmu ini sudah mendarah daging,” tanya Olivia. “Kalau aku sembuh, kau mau menjadi pacarku?” tanya Delwyn. Olivia lantas menggeleng-g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN