“Tidak .... Jangan .... Jangan pergi .... Kumohon .... Jangan tinggalkan aku .... Tidak!” Mata Delwyn seketika terbuka dengan kening yang dipenuhi keringat dingin. Dadaanya naik turun, karena napas yang tidak beraturan. Matanya terus bergerak penuh waspada dan menyadari bahwa ia masih berada di kantornya. Entah sejak kapan Delwyn jatuh terlelap dalam posisi duduk seperti ini. “Sir,” panggil Agnes yang berada di depan meja kerja Delwyn sejak beberapa saat yang lalu. Dan tentu saja, wanita itu merasa khawatir melihat Delwyn yang sepertinya baru saja bermimpi buruk. Sementara itu, Delwyn langsung mengalihkan pandangannya pada Agnes. Ia bahkan baru sadar kalau sekretarisnya itu berada di ruangannya. “Anda tidak apa-apa, Sir?” tanya Agnes cemas. “Ada apa?” tanya Delwyn balik dengan napas y

