“Siapa pria itu?” tanya Doddy datar. Selama beberapa saat, Olivia hanya membisu sembari menatap Doddy. Begitu pula sebaliknya. Sampai akhirnya Olivia menghela napas panjang. “Tidak usah berlagak galak. Dia pasienku,” ucap Olivia sembari berjalan masuk ke dalam ruangannya dengan Delwyn yang mengikut di belakang. “Dia? Pasienmu?” tanya Doddy tak percaya seraya menunjuk Delwyn. Sementara Olivia hanya mengangguk sebagai jawabannya. “Kau yakin?” “Kenapa?” tanya Olivia. “Pria setampan dan sesempurna ini adalah pasienmu? Kau masih waras?” tanya Doddy yang membuat Delwyn tersenyum bangga mendengar pujian Doddy. Olivia yang menyadari hal tersebut lantas menggeleng-gelengkan kepala. “Kau lupa? Sesempurnanya fisik seseorang, pasti memiliki kekurangan. Dan dia ...,” ujar Olivia memberi jeda. “D

