“Selamat pagi, Dokter Olivia,” sapa Adira ceria begitu masuk ke dalam ruangan Olivia kemudian duduk di kursi yang terletak di depan meja Olivia. “Selamat pagi,” balas Olivia seraya mengulas senyum. “Sepertinya kamu memiliki kabar baik hari ini,” tebaknya. “Mm-hm,” gumam Adira sembari menganggukkan kepala. “Dokter masih ingat pria yang kuceritakan waktu itu?” tanyanya. “Pria dengan rambut ikal, berkulit coklat, dan tubuh tinggi itu?” ujar Olivia. “Wah! Dokter benar-benar masih mengingatnya! Padahal aku memberitahu Dokter 3 minggu yang lalu,” seru Adira kagum yang membuat Olivia terkekeh. “Aku bahkan masih mengingat bagaimana kamu memujinya di sepanjang sesi konseling,” ujar Olivia yang kembali membuat Adira berseru kagum. “Omong-omong, ada apa dengan pria itu?” tanyanya. Adira lantas

