1 Hari sebelumnya. Jakarta, Indonesia. “Cla~ Aku merindukanmu. Sangat, sangat, sangat merindukanmu. Amerika sangat membosankan tanpamu,” seru Hendrick di seberang telepon. “Jangan bercanda. Selama aku di Indonesia, ini pertama kalinya kau menghubungiku. Bilang saja kalau kau tidak punya pekerjaan lain dan Debby sedang sibuk, makanya kau baru mengingatku,” cibir Clarissa yang membuat Hendrick terkekeh. “Kenapa kau terlalu mengerti diriku?” gurau Hendrick. “Kalau bukan aku, siapa lagi?” balas Clarissa yang kembali mengundang kekehan pria itu. “Tapi, Amerika benar-benar sangat membosankan sejak kau pulang ke Indonesia. Rasanya sangat hampa. Aku bahkan sampai memimpikanmu,” ujar Hendrick. “Kau bermimpi tentangku? Mimpimu bukan mimpi yang aneh-anehkan? Ingat, Debby sangat menyeramkan saat

