“Kenapa tidak duduk? Kamu seperti orang yang baru pertama kali datang ke sini,” sahut Clarissa yang baru kembali dari dapur setelah mengambil minuman. “Ini,” tawarnya sembari memberikan sekaleng minuman dingin pada Delwyn. Selama beberapa saat, Delwyn hanya menatap minuman tersebut sebelum akhirnya menerimanya. “Ayo, duduk,” ajak Clarissa kemudian duduk di sofa yang diikuti oleh Delwyn. Pria itu duduk di sisi lain dari wanita itu. “Oh, iya. Bagaimana dengan tunanganmu? Apa dia tidak marah kalau tahu kita bersama?” tanya Clarissa. Delwyn mengulas senyum tipis saat Clarissa mengingatkannya pada Olivia. “Tidak. Dia sangat pengertian, jadi tidak akan marah.” Sementara Clarissa yang melihat reaksi Delwyn seketika memasang ekspresi masam. Ia masih tak percaya kalau ada wanita lain yang mamp

