Delwyn berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya dengan kening mengerut. Ia lalu menggaruk kepala sembari menghela napas berat. Ia merasa kalau keningnya lebih sering mengerut dan menghela napas berat akhir-akhir ini. Bagaimana tidak? Saat ini, Delwyn tengah menghadapi krisis terbesar dalam hidupnya setelah kejadian 6 tahun yang lalu. Seharian ini, Delwyn terus memikirkan ucapan Alwi. Benarkah ia menyukai Olivia? Benarkah wanita itu telah memiliki hatinya? Benarkah? Delwyn lalu mengulurkan tangan mengelus dadaanya dan merasakan jantungnya yang berdetak kencang. Seperti ada yang perasaan membuncah di dalam sana. Napas pria itu menjadi tidak beraturan. “Tidak bisa. Alwi benar. Aku harus bertemu dengan Olivia,” putus Delwyn. Ia lalu mengecek jam di dinding yang masih menunjukkan pukul 1 si

