“Masuklah,” pinta Delwyn begitu ia dan Clarissa tiba di depan pintu unit apartemen wanita itu. Setelah tinggal 2 hari lebih lama di London, Delwyn memutuskan kembali ke Jakarta bersama Clarissa untuk menjamin keselamatan wanita itu. Ia takut kalau sesuatu akan terjadi jika Clarissa menggunakan pesawat komersil. “Kamu tidak masuk dulu?” tawar Clarissa. “Lain kali saja. Ada yang harus aku urus lebih dulu,” tolak Delwyn yang membuat Clarissa kecewa. “Ingat untuk mengunci pintu dan semua jendelamu. Jangan buka pintu untuk orang yang tidak kau kenal,” ujarnya yang membuat senyum wanita itu kembali dengan perhatian kecil tersebut. “Iya. Aku mengerti,” ucap Clarissa. “Aku pergi,” pamit Delwyn kemudian langsung beranjak dari sana. “Hati-hati di jalan,” balas Clarissa yang tak mendapat balasa

