"Pelan-pelan Keira, jangan terburu-buru." Lagi dan lagi, Rafa memberi nasehat agar Keira berjalan dengan perlahan dan tak terburu-buru. "Keira mau cepat duduk." "Iya, tapi harus tetap pelan-pelan Sayang." Keira mengangguk, lalu memelankan langkahnya dan Rafa dengan setia menuntun Keira, mencegah Keira agar tidak jatuh atau terpeleset. Rafa dan Keira sama-sama mendesah lega ketika berhasil sampai di sofa ruang keluarga. Posisi duduk keduanya saling berdekatan, itu karena Keira tidak mau jauh-jauh dari Rafa. Keira menyandarkan kepalanya di bahu Rafa dan Rafa langsung melingkarkan tangan kanannya di pinggang Keira. Rafa merunduk, melabuhkan banyak kecupan di ubun-ubun Keira, lalu menghirup aroma shampoo Keira yang beraroma vanila. "Keira mau ikut." Keira meraih tangan

