Asia menatap rumahnya dengan helaan napas dalam. Jantungnya kini berdegup hebat membayangkan akan bertemu dengan keluarganya. Terlebih, bertemu dengan mama tirinya yang seenaknya mengusirnya dari rumah tanpa mendengarkan alasannya. Ada rasa tidak siap di dalam hati Asia. Namun, Asia bertekad untuk menyelesaikan masalah keluarganya saat ini juga. Mumpung Papanya di rumah. “Semuanya akan baik-baik aja,” gumam Asia seraya menganggukkan kepala. Asia menarik napas dalam lalu mengembuskannya segera. “Kalaupun berakhir dengan tidak baik, gue hanya tinggal pergi lagi dari rumah. Bukan pertama kali ini,” tambahnya mencoba menghibur dirinya sendiri. Dengan yakin Asia berjalan memasuki rumahnya. Samar-samar Asia mendengar suara Papanya marah-marah. Hanya saja Asia tidak tahu siapa yang papanya mar

