Bab 112

1420 Kata

Ketika pintu ruang tamu terbuka, Shankara mendapati sosok Rasya tengah berdiri di depan pintu ruang tamunya sambil memperlihatkan laptop berwarna hitam yang berada di tangannya. “Oh, thank you,” ucap Shankara seraya mengambil laptop yang berada di tangan Rasya. “Bisa-bisanya laptop ditinggal,” gerutu Rasya. “Lupa,” kata Shankara. “Tadi gue buru-buru.” Memang, karena terburu-buru pulang, Shankara jadi melupakan laptop miliknya yang berada di mejanya. Padahal Shankara memerlukan laptopnya itu untuk membuat tugas kuliah untuk mahasiswanya. Beruntungnya ketika Shankara menanyakan keberadaan Rasya, temannya itu mengatakan bahwa dia masih berada di kampus. Jadi, Shankara meminta tolong kepada Rasya untuk mengambil dan membawakan laptopnya itu ke rumah. “Jadi, keponakan gue mana?” tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN