Shankara mengempaskan bokongnya ke kursi dengan perasaan kesal. Emosi di dalam dadanya kini tengah meluap-luap karena panggilan dari Farez yang Asia terima tadi. Meskipun Shankara tadi sempat bertanya siapa penelepon yang tengah menghubungi Asia—walaupun tidak dijawab oleh Asia—tapi Shankara tadi sempat mendengar nama Farez disebut oleh Asia. Jadi, Shankara benar-benar yakin jika yang menghubungi Asia tadi adalah Farez. Sejak kemarin, rasa penasaran dan kesal terus-terusan bergelut di dalam diri Shankara. Tentu saja penyebabnya adalah ucapan Rasya yang mengatakan kalau Asia dan Farez tengah makan di kafe. Lalu, sekarang rasa kesal di dalam diri Shankara semakin menjadi karena Farez menghubungi Asia. Semalam Shankara sempat mengirim pesan kepada Asia mengenai hal itu. Namun, ketika Shan

