“Kembaliannya dua puluh satu ribu, ya, Kak. Silakan, terima kasih.” Aleena melepas masker yang dipakainya usai melayani pembeli, lalu duduk sedikit menjauh dari etalase. “Jangan dipakai lagi maskernya, kan tidak ada yang kenal kamu juga, toh,” ucap seorang wanita paruh baya yang duduk di sebelahnya dan tak lain adalah ibu kosnya sendiri. Sudah dua Minggu ini Aleena berada di sana, sebelumnya dia sibuk mencari kerja di beberapa rumah makan dan kafe kecil di sekitar daerah situ. Tapi tidak ada yang membutuhkan pegawai baru, saat Aleena tak sengaja membeli keperluan sehari-hari di warung yang juga pemilik kosan, Indah, si ibu kos, iseng mengajak Aleena mengobrol karena dilihatnya gadis itu cukup pendiam dan sangat tertutup. “Kerja sama ibu saja untuk sementara, jagain warung. Yeah, wal