PART 70 - Kemarahan terkadang melupakan kesopanan yang dimiliki seseorang. Termasuk Dena. Ia biasa bertutur kata lembut pada sahabatnya Erlin, kini serasa hilang aturan kesopanan yang ia miliki. Rasa ditipu sedemikian rupa membuat Dena tak mampu menahan emosi. Ia datang dengan mengetuk pintu rumah Erlin dengan amat keras. Erlin yang sedang istirahat, tentu saja terkejut mendapat tamu yang datang tanpa diundang. "Dena? Mari-" "Mengapa kau menipuku Erlin?" Kosakata Erlin tenggelam sudah. Ia yang ingin menyapa tamunya menjadi bingung. Apakah Dena marah karena Khansa gagal memberinya cucu? Kalau memang begitu, mau tak mau Erlin akan mengatakan yang sebenarnya. "Selama ini aku mengenalmu dengan amat baik. Tapi bisa-bisanya kau menipuku!" bentak Dena sambil menatap garang pada besanny