Amel meletakkan sendok yang baru sajaia gunakan ke dalam mangkok. Bibirnya menjulur, "pedes, pedes…" ujar, Amel sembari mengipas-ngipasi lidah dengan telapak tangan. "Mamah kepedesan, ya?!" Enggak Ra! Kemanisan! Ya Tuhan! Ini Rara yang cerdas ketularan siapa sih, kok begini! Hamba sebagai Ibu Tiri nggak like ah! Hang menyodorkan segelas teh hangat. Katanya air hangat bisa bikin rasa pedes cepat hilang. "Pelan-pelan, pan…", Belum selesai Hang mengucapkan kalimatnya, Amel berteriak kesetanan. "Panas… Panas.. Panas…" 'Eh si Teteh mereun fans na Kang Arman Maulana nyak. Tah, siga Si Akang tah..' Eh Si Kakak mungkin fansnya Arman Maualana ya.. Tuh, kayak Arman tuh. -- Begitulah bisikkan salah satu pelanggan seblak yang melihat aksi Amel. Amel mengerucutkan bibir. Gila saja! Dia digiba

