“Veronya ada di dalem Stef?” Stefany tersentak dengan kedatangan tiba-tiba Justine. Wanita itu langsung berdiri dari kursinya. “Ada apa Just.. Muka lo merah banget?” tanya Stefany kembali teringat dengan feelingnya tadi mengenai Princess. “Gue nanya, suami lo di ruangannya nggak? Gue ada perlu!” Tampaknya Justine sedang tidak dapat diajak berbasa-basi. Mengetahui kondisi yang sepertinya ‘gawat,’ Stefany menganggukkan kepalanya. Ia mempersilahkan Justine selayaknya tamu. Seperti Justine yang berkunjung senormalnya rekan bisnis bukan kerabat, Stefany lantas keluar dari biliknya. Ia berjalan, membukakan pintu untuk Justine. Stefany membekap mulutnya kala Justine merangsek maju dan langsung mencengkram kerah kemeja Vero. Pria itu bahkan juga mengangkat tubuh sang suami yang tengah duduk hin

