LC 13B

808 Kata

Malam semakin larut saat keduanya pindah ke tempat tidur. Lampu ruang tengah sudah diredupkan. Reya duduk di ujung tempat tidur, rambutnya terurai. Ia belum mengganti bajunya sejak dari rumah sakit. Tangan kirinya menopang tubuh, masih terlihat berantakan setelah permainan singkat tadi. Pintu kamar terbuka perlahan. Langkah Barat terdengar pelan mendekat, kemudian berhenti di ambang pintu. Ia memandangi Reya sebentar sebelum berkata, "Kamu belum mandi." Reya menoleh, "Iya, sebentar ya pak.' Barat melangkah masuk, melepas jam tangan dan meletakkannya di meja samping tempat tidur. "Saya gak suka kamu tidur dalam keadaan kayak gini. Setelah kita main kamu harus mandi dulu," ujarnya tegas. Reya mengangguk, lalu berdiri tanpa berkata-kata dan masuk ke kamar mandi. Ia tahu, pria itu bukan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN