LC 10B

836 Kata

Reya menatap barat yang memejamkan mata disebelah dengan senyuman lega. Yang ia tahu, pagi itu telah berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan. Bukan karena sakit. Bukan karena dosa. Tapi karena ada bagian dari dirinya yang kini telah berpindah ke seseorang bernama Barat. Saat semuanya selesai, tubuhnya berada dalam dekapan hangat pria itu. Tak ada kata-kata. Hanya detak jantung yang saling bersahutan. Seolah mereka tahu, ini bukan akhir. "Istirahat." Barat katakan sambil merapihkan selimut. Lalu sebuah kecupan di bibir Reya diberikan Barat. Reya masih menatap beberapa saat sebelum akhirnya memejamkan mata. Ini hal tergila ganb terlanjur dia lakukan. 'Maaf Pak,' batin Reya. *** Kamar Barat kini sepi setelah desahan dan erangan nikmat bertubi tubi tadi. Hanya lampu tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN