Zara tersenyum dengan bibir ranumnya yang kini justru semakin terlihat sensual, sebab mereka baru saja berciuman dengan begitu lama. Tatapan matanya yang sayu semakin mengundang gairah Vince. Pria itu bisa apa? Dia sungguh tidak mampu untuk menolak. Apalagi Zara selalu menyerangnya dengan berani. Seorang pria normal yang berpikiran dewasa dan berhati baik tetap saja akan goyah logikanya jika sudah dihadapkan dalam situasi seperti ini. Tanpa pikir panjang lagi, Vince mulai melucuti pakaian Zara dengan begitu lembut, satu-persatu. Sehingga gadis cantik itu benar-benar polos, berbaring dengan posisi sangat menantang di sampingnya. Vince menarik napas panjang. Pikirnya, mungkin memang Zara lah seorang perempuan yang akhirnya mampu mencairkan hatinya yang sudah lama membeku. Vince sudah bena

